Saat membaca tulisan di linkini : kompas.com hari Jumat 16 Mei 2008 yang berjudul “Kenaikan BBM pukul industri Buku” saya merasa khawatir dan agak gregetan. Pada tulisan tersebut dinyatakan bahwa dalam dua-tiga bulan pasca kenaikan harga bbm maka harga buku akan meningkat antara 15% hingga 30%.

Kenaikan harga buku tentu saja membuat saya gelisah. Bagaimana tidak, bagi saya buku seperti santapan harian yang harus terus disediakan bagi otak dan jiwa. Kenaikan harga buku tentu saja akan membuat pemuasan akan bacaan bermutu menjadi teganggu. Waaah… ternyata kenaikan BBM memang sangat mengesalkan 👿

Saya setuju dengan pendapat ketua IKAPI, bahwa sangat disayangkan bila industri buku dan percetakan yang baru kembali berkembang terpaksa harus redup kembali. Menurutnya kemungkinan buku yang akan terbit menurun hingga 50%. Hal ini benar-benar membuat hati saya miris 😦

Bila kelaparan dan hilangnya kesempatan kerja menghantui masyarakat sebagai akibat kenaikan harga bbm. Maka kali ini keterbelakngan juga akan menjadi teror untuk anak-anak bangsa Indonesia. Mereka akan tumbuh tanpa buku-buku sebagai sumber ilmu. Semoga akan ada jalan lain agar masa depan bangsa dapat tetap membaca buku. Sehingga lepas dari belenggu kebodohan.

Andar Hermawan 🙂

Advertisements